KlgPills.co.id

Pembentukan Urine

Proses Pembentukan Urine – Skema Dan Gangguannya

By on May 18, 2019

Proses Pembentukan Urine – Skema Dan Gangguannya

Pembentukan Urine

Pembentukan Urine

Urine merupakan cairan pembuangan dari hasil metabolisme tubuh. Urine terdiri atas bebagai macam zat yang sudah mengalami beberapa proses metabolisme. Proses pembentukan urine terdiri atas 3 tahap yakni filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi. Organ utama dalam sistem pencernaan urine terdiri atas sepasang ginjal. Ginjal tersebut terletak di daerah pinggang, yang lebih tepatnya terletak di bagian belakang dan dilindungi oleh tulang rusuk.

Terbentuknya urine melalui suatu rangkaian proses dari sistem metabolisme tubuh. Proses ini akan terjadi setiap hari dan terus terulang secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Saat tubuh mengalami proses metabolisme pembentukan urine akan terjadi sebagai cara untuk mencegah penyakit dan bentuk dari metabolisme tubuh. Urine berfungsi untuk mengeluarkan zat berbahaya yang terdiri dari zat-zat dari sisa hasil pencernaan tubuh. Untuk penjelasan lebih lengkapnya berikut proses pembentukan urine yang terjadi pada tubuh manusia.

Berikut Ini Adalah Proses Pembentukan Urine

Penyaringan (filtrasi)
Tahap pertama dalam proses pembentukan urine adalah filtrasi atau penyaringan. Pada tahap ini proses penyaringan terjadi di glomerulus, yaitu sebuah kapiler darah yang bergulung yang terdapat pada kapsul Bowman. Pada tahap filtrasi glomerulus akan mempermudah penyaringan urine. Darah yang berasal dari glomerulus akan melewati sel-sel epitelium yang berguna sebagai proses penyaringan. Selain proses penyaringan di glomerulus terdapat juga proses pemilahan sel-sel yang masih berguna pada proses pembentukan urine agar tidak keluar dari tubuh.

Penyaringan kembali (reabsorbsi)

Setelah melalui proses penyaringan, proses pembentukan urine selajutnya adalah proses penyaringan kembali zat-zat tersebut. Zat yang telah telah tersimpan akan dikumpulkan kembali pada saluran pengumpul. Zat yang akan diserap meliputi garam, asam amino dan glukosa. Zat tersebut diserap oleh lengkung Henley dan tubulus lromsimal. Lengkung Henley memiliki fungsi sebagai untuk tempat pengaturan tingkat osmotik dalam darah serta tingkat pengatur hipertonik urine, serta tubulus proksimal berfungsi sebagai penyaring isi dari filrat glomerulus.

Proses augmentasi (pengeluaran zat)

Setalah proses penyaringan dan penyaringan kembali proses tahap akhir dalam pembentukan urine adalah pembuangan atau augmentasi. Setalah melalu beberapa rangkain skema proses pembentukan urine, barulah urine akan mengeluarkan dalam bentuk cairan. Proses pengeluaran urine terjadi secara alami tidak disengaja dan tidak boleh ditahan karena bisa mengakibatkan gangguan fatal pada saluran pencernaan serta buruk bagi metabolisme tubuh. Pada proses pengikatan akan terjadi di tubulus kontrotus distal yang berfungsi sebagai pembuangan dari hasil zat-zat yang telah di reabsorbsi. Tubulus kontrastulus distal akan memelihara zat-zat yang berguna bagi tubuh dan zat berbahaya yang kemudian dikeluarkan melalui saluran kandung kemih.

Dalam proses pembentukan urine terjadi sebuah skema yang merupakan rangkain dari proses pembentukan urine secara sederhana. Secara sederhana skema pembentukan urine adalah. Glomerulus, terjadi penyaringan atau filtrasi yang memilah zat-zat tubuh dan menghasilkan urine primer kemudian tubulus kontrastulus proksimal, akan melakukan proses penyerapan (reabsorbsi) dan tahap akhir adalah tubulus kontradus distal yang akan mengeluarkan urine dari hasil sebelumnya dalam bentuk cairan tubuh. Setelah serangkaian proses pembentukan urine yang sebenernya, terdapat beberapa tahapan lain sebelum dikeluarkan dari tubuh yakni

tubulus kolektivus →  rongga ginjal → ureter → kandung kemih → uretra → lalu baru akan dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk cairan.

Proses terjadinya pembentukan urine memang terbilang cukup sederhana yang mengalami 3 tahap yaitu filtarasi, reabsorbsi dan augmentasi. Namun dalam sistem pembentukan urine terdapat gangguan yang dapat menyebabkan penyakit pada sistem pencernaan. Gangguan pada saluran kandung kemih tentu akan mengakibatkan kesalahan fatal pada saluran pembuangan atau sistem ekresi.

Nah apa saja gangguan serta penyakit yang dapat terjadi di sesitem pembentukan urine? Berikut ini adalah gangguan yang bisa saja terjadi pada saat proses pembentukan urine.

  • Gangguan yang pertama adalah infeksi yang bisa saja terjadi pada saluran kandung kemih.
  • Inkontinensia  atau bisa juga disebut dengan masalah penurunan kontrol yang biasa terjadi pada wanita.
  • Interstitial cystic atau penyakit kronis yang terjadi pada kantung kemih.
  • Prostatis adalah gangguan yang mengakibatkanpembengkakan pada kelenjar prostat.
  • Gangguan yang lainnya adalah penyakit batu ginjal
  • Gagal ginjal juga menjadi salah satu penyakit atau gangguan yang cukup fatal karena penyakit ini akan membuat seseorang mengalami gangguan yang mengakibatkan ketidakmampuan menyaring limbah darah.

Sumber : https://ekosistem.co.id

Itulah pembahasan mengenai proses pembentukan urine skema dan gangguanya dalam metabolisme tubuh. proses pembentukan urine sangat penting bagi metabolisme tubuh karena dapat membuang zat-zat atau racun berbahaya bagi tubuh.

Sekian pembahasan proses pembentukan urine, semoga artikel ini dapat memberikan pembelajaran yang bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Artikel Lainnya :

Comments

Be the first to comment.

Leave a Reply


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*