KlgPills.co.id

Dekrit presiden

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

By on September 17, 2019

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Pada pembahasan yang sebelumnya kita telah membahsa mengenai isi trituran dan trikora, nah dalam kesempatan kali ini yang akan kita bahas adalah isi dekrit presiden 5 Juli 1945. Mau tahu apa saja isinya? Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Dekrit presiden

Dekrit presiden

Dekrit Presiden

Konstituante melakukan pemungutan suara yang diadakan pada 30 Mei 1959 dan pada pemungutan suara ini ada 269 suara yang telah menyetujui adanya UUD 1945 dan 199 suara tidak menyetujuinya. Akan tetapi meski yang menyatakan setuju lebih banyak pemungutan suara tersebut harus diulang dikarenakan jumlah suara dianggap tak memenuhi kuorum.

Kuorum merupakan jumlah minumun anggota yang harus hadir pada rapat, majelis dan lain sebagainya, biasanya jumlahnya harus lebih dari separuh jumlah anggota untuk bisa mengesahkan suatu putusan. Akhirnya pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959.

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Isi dari dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah sebagai berikut ini:

Dibubarkannya Konstituante.

Diberlakukannya kembali UUD 1945.

Tidak berlakunya lagi UUDS 1950.

Terbentuknya Majelis Permusyawaratan Rakyat sementara atau disingkat dengan MPRS dan juga Dewan Pertimbangan Agung Sementara yang disingkat dengan DPAS akan segera diberlakukan dalam waktu sesingkat singkatnya.

Dekrit Presiden 5 juli 1959

Setelah dekrit 5 Juli 1959 dikeluarkan yang disambut dengan meriah oleh seluruh lapisan masyarakat hal ini dikarenakan telah lama masyarakat menunggu keputusan ini, yang disebabkan kejenuhan masyarakat dengan keadaan ekonomi yang tak stabil. Setelah dikeluarkannya dekrit ini maka masyarakat Indonesia mulai masuk ke babak baru di dalam sejarah berlakunya UUD 1945 di dalam kepemimpinan demokrasi.

Latar Belakang Dekrit Presiden

Alasan dari dikeluarkannya dekrit presiden 5 Juli 1959 adalah dikarenakan kegagalan dari Badan Konstituante yang menjadi penetapan UUD baru sebagai pengganti UUD 1950. Dimana program kerja dari institusi ini sangat lambat sehingga menimbulkan banyak masalah dengan anggotanya yang mulai sidang sejak 10 November 1956.

Kegagalan tersebut lah yang membuat presiden Soekarno kemudian mengeluarkan dekrit yang diumumkan pada saat upacara resmi yang dilaksanakan di Istana Merdeka Bogor pada 5 Juli 1959 tepat pada pukul 17.00 WIB.

Dekrit ini sendiri dikeluarkan oleh Soekarno sebagai salah satu langkah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dan yang bertugas sebagai pengaman untuk mengamankan dekrit tersebut adalah Kasad atau kepanjangan dari  Kepala Staf Angkatan Darat.

Tujuan Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Dekrit ini tentu saja dikeluarkan dengan sebuah tujuan, dan berikut ini adalah tujuan dari dikeluarkannya dekrit presiden 5 juli 1959:

  1. Dekrit ini bertujuan untuk membubarkan konstituante.
  2. Berlakunya UUD 1945 menggantikan 1950 yang sebelumnya dianggap tidak maksimal.
  3. Dekrit ini dikeluarkan untuk membentuk MPRS dan DPAS.
  4. Dekrit ini diharapkan agar masyarakat Indonesia memasuki babak baru dalam berlakunya UUD 1945.
  5. Dekrit ini dikeluarkan untuk membantu menangani perekonomian yang kurang stabil.

Dampak Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Seperti setiap keputusan yang diambil pasti ada dampak yang menyertainya, begitu juga dengan dikeluarkannya dekrit 5 Juli 1959 ini juga memiliki dampak, baik secara langsung mau pun tak langsung. Berikut ini adalah beberapa dampak yang terjadi dari lahirnya dekrit presiden 5 juli 1959:

  1. Dampak yang pertama adalah terbentuknya lembaga – lembaga baru yang sesuai dengan tuntutan UUD 1945 seperti MPRS dan DPAS.
  2. Dampak baik yang dirasakan oleh bangsa ini adalah terhindar dari konflik yang telah berlanjuta lama dan sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
  3. Berkat keluranya dekrit ini kekuatan militer menjadi semakin aktif dan memegang peranan yang sangat penting di dalam percaturan politik di Indonesia.
  4. Presiden Soekarno melalui dekrit ini telah menerapkan demokrasi terpimpin.
  5. Dekrit ini telah memberikan kemantapan kekuasaan yang sangat besar pada presiden, MPR dan juga lembaga tinggi Negara yang lainnya.

Jadi berkat ulasan artikel di atas sekarang sudah tahu kan, apa itu Dekrit Presiden 1 Juli 1059 termasuk latar belakang, tujuan dan juga dampak yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia pada saat itu. Bertemu lagi di pembahasan materi berikutnya ya.

Artikel Lainnya :

Posted in: Pendidikan

Comments

Be the first to comment.

Leave a Reply


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*